Memulai usaha itu seru, tapi juga penuh risiko. Banyak orang bersemangat membuka bisnis dengan modal tabungan, gaji, bahkan pinjaman—namun berhenti di tengah jalan karena satu hal: tidak tahu kapan usahanya balik modal.
Di sinilah Break Even Point (BEP) jadi penentu. BEP adalah titik impas, yaitu saat total pendapatan sama dengan total biaya. Dengan kata lain, BEP menunjukkan berapa unit produk yang harus terjual atau berapa omzet yang harus dicapai agar bisnis tidak merugi.
Kalau kamu tidak tahu BEP, ibarat berlayar tanpa kompas. Bisa jadi usahamu sudah menghasilkan, tapi sebenarnya masih rugi tanpa sadar.
Kenapa BEP Penting untuk Pengusaha Pemula?
- Tahu kapan balik modal
Kamu bisa menghitung berapa lama investasi awal usaha akan tertutup. - Mengukur target penjualan
Tidak lagi asal jualan—kamu tahu persis berapa unit yang harus laku. - Mengatur strategi harga
Dengan menghitung BEP, kamu bisa menilai apakah harga jual produkmu sudah tepat atau malah terlalu rendah. - Mencegah kerugian lebih dalam
Tanpa BEP, banyak usaha terus jalan padahal tiap bulan justru “bakar uang.”
Hitung BEP Itu Ribet? Tenang, Ada Solusinya!
Sebagian orang berpikir menghitung BEP itu hanya untuk anak akuntansi atau yang jago Excel. Padahal, siapa saja bisa melakukannya dengan cara yang simpel.
👉 Karena itu, saya membuat Template BEP User-Friendly yang langsung bisa kamu pakai tanpa pusing rumus.
Dengan template ini, kamu cukup masukkan:
- Biaya tetap (sewa, gaji karyawan, dll)
- Biaya variabel per produk (bahan baku, kemasan, dll)
- Harga jual produk
Lalu otomatis keluar berapa unit harus kamu jual untuk balik modal.
📌 Coba sekarang: Template BEP User-Friendly
Contoh Sederhana Perhitungan BEP
Misalnya kamu buka kedai kopi kecil:
- Biaya tetap per bulan: Rp5.000.000 (sewa + listrik + gaji)
- Biaya variabel per cup kopi: Rp8.000
- Harga jual per cup kopi: Rp15.000
Rumus BEP (unit) = Biaya Tetap / (Harga Jual – Biaya Variabel)
= Rp5.000.000 / (Rp15.000 – Rp8.000)
= Rp5.000.000 / Rp7.000
≈ 715 cup kopi
Artinya, minimal kamu harus menjual 715 cup per bulan agar tidak rugi.
Kesimpulan: Jangan Melangkah Buta dalam Bisnis
Banyak usaha gagal bukan karena produknya jelek, tapi karena pemiliknya tidak tahu angka.
Dengan memahami Break Even Point (BEP), kamu bisa:
- Menentukan target penjualan yang realistis
- Mengatur strategi harga dengan cerdas
- Memastikan kapan modalmu kembali
Daripada bingung hitung manual, gunakan Template BEP User-Friendly sekarang juga.
Ingat: Bisnis tanpa BEP = taruhan buta. Jangan nekat, hitung dulu sebelum jalan!
Beri Semangat Kami Buat Terus Update

Leave a Reply